Rabu, 06 Mei 2015

GLOBAL VS REGIONAL



EKONOMI GLOBAL
Ekonomi dunia atau ekonomi global secara umum merujuk ke ekonomi yang didasarkan pada ekonomi nasional semua negara di dunia. Ekonomi global juga dapat dipandang sebagai ekonomi masyarakat global dan ekonomi nasional – yaitu ekonomi masyarakat setempat, sehingga menciptakan satu ekonomi global. Ekonomi dunia dapat dievaluasi dengan berbagai cara. Misalnya, tergantung model yang dipakai, penilaian yang dipakai dapat direpresentasikan menggunakan mata uang tertentu, misalnya dolar AS tahun 2006 atau euro tahun 2005.
Ekonomi dunia tidak terpisahkan dari geografi dan ekologi Bumi, sehingga terdapat kesalahan penyebutan istilah karena ekonomi dunia seharusnya tidak mencakup pertimbangan sumber daya atau nilai apapun di luar Bumi, meski definisi dan representasi "ekonomi dunia" bermacam-macam. Misalnya, ketika ada upaya yang bisa dilakukan untuk menghitung nilai kesempatan daerah tambang yang belum terjamah di teritori yang belum diklaim di Antarktika, kesempatan yang sama di Mars tidak bisa dianggap sebagai bagian dari ekonomi dunia—bahkan jika saat ini dieksploitasi dengan cara-cara tertentu—dan dapat dianggap sebagai nilai laten saja sebagaimana properti intelektual yang belum tercipta, seperti penemuan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Jauh dari standar minimum nilai produksi, pemakaian, dan tukar di planet Bumi, definisi, representasi, model, dan penilaian ekonomi dunia beragam bentuknya.
Wajar saja membatasi pertanyaan tentang ekonomi dunia secara eksklusif hingga aktivitas ekonomi manusia saja, dan ekonomi dunia sering diukur secara moneter, bahkan dalam beberapa hal yang tidak memiliki pasar efisien untuk membantu menilai barang atau jasa tertentu, atau beberapa hal yang memiliki sedikit penelitian independen atau kerjasama pemerintah membuat pengukuran sulit dilakukan. Contoh yang umum adalah obat-obatan ilegal dan barang selundupan, yang dalam standar apapun termasuk bagian dari ekonomi dunia, namun tidak ada definisi pasar legal semacam itu.
Akan tetapi, bahkan dalam beberapa hal yang memiliki pasar yang jelas dan efisien untuk menetapkan nilai moneter, para ekonom jarang memakai nilai tukar saat ini atau resmi untuk menerjemahkan satuan moneter pasar ini menjadi satuan tunggal untuk ekonomi dunia, sejak nilai tukar cenderung tidak merefleksikan nilai dunia, misalnya dalam beberapa hal ketika volume atau harga transaksi diatur oleh pemerintah.
Nilai pasar dalam mata uang lokal biasanya diterjemahkan menjadi satu satuan moneter tunggal menggunakan ide kemampuan berbelanja. Ini adalah metode yang dipakai untuk menghitung aktivitas ekonomi dunia dalam mata uang dolar AS atau euro asli. Meski begitu, ekonomi dunia dapat dinilai dan diekspresikan dalam berbagai cara. Tidak jelas seberapa banyak penduduk dunia yang sebagian besar aktivitas ekonominya terefleksikan pada nilai-nilai ini.
Pada tahun 2011, ekonomi-ekonomi terbesar di dunia di atas $2 triliun, €1,25 triliun menurut PDB nominalnya adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Jerman, Perancis, Britania Raya, Brasil, dan Italia. Ekonomi-ekonomi terbesar di dunia di atas $2 triliun, €1,25 triliun menurut PDB (PPP)-nya adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, India, Jerman, Rusia, Britania Raya, Brasil, dan Perancis.
EKONOMI REGIONAL

Ilmu Ekonomi Regional adalah cabang dari ilmu ekonomi yang memasukkan unsur lokasi dalam pembahasannya. ilmu ini juga menerapkan pronsip-prinsip ekonomi yang terkait dengan wilayah, sehingga lebih serasi/tepat untuk diaplikasikan dalam berbagai kebijakan pembangunan wilaya. dengan demikian, ilmu ini sangat diperlukan dalam mengatur berbagai kebijakan ekonomi wilayah. sehingga, secara teoritis definisi dari ilmu ekonomi regional menurut Tarigan (2005) adalah :
Ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya yang ketersediaannya atau kemampuan orang mendapatkannya terbatas.

Ilmu ekonomi regianal termasuk salah satu cabang yang baru dari ilmu ekonomi. cabang ilmu ekonomi lain yang terakhir berkembang adalah ilmu ekonomi lingkungan sebagai pecahan dari ilmu ekonomi regional. pemikiran ke arah ekonomi regional secara sepotong-potong dicetuskan oleh Von Thunen (1826), Weberr (1929), Ohlin (1939), dan Losch (1939). namun secara umum Walter Isard adalah orang pertama yang dianggap dapat memberi wujud (landasan yang kompak) atas ilmu ekonomi regional, IER baru menunjukkan wujudnya setelah diterbitkannya disertasi (1956). 

Tujuan Ilmu Ekonomi Regional

Tujuan (goals) ilmu ekonomi regional sebetulnya tidak jauh berbeda dengan tujuan ilmu ekonomi pada umumnya. ferguson (1965) mengatakan bahwa tujuan utama kebijakan ekonomi adalah (1) full employment, (2) economic growth dan (3) price stability. uraian diatas masing-masing tujuan tersebut dapat dikemukanakn sebagai berikut :
1.      Menciptakan full employent atau setidak-tidaknya tingkat pengangguran yang rendah menjadi tujuan pokok pemerintahan pusat maupun daerah. dalam kehidupan masyarakat, pekerjaan bukan saja berfungsi sebagai sumber pendapatan, tetapi sekaligus juga memberikan harga diri atau status bagi yang bekerja.
2.      Adanya economic growth (pertumbuhan ekonomi), karena selai menyediakan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru, juga diharapkan dapat memperbaiki kehidupan manusia atau peningkatan pendapatan. tanpa perubahan, manusia merasa jenih atau bahkan merasa tertinggal.
3.      Terciptanya price stability (stabilitas harga) untuk menciptakan rasa aman/tenteram dalam perasaan masyarakat. harga yang tidak setabil membuat masyarakat merasa was-was, misalnya apakah harta atau simpanan yang diperoleh dengan kerja keras, nilai riil atau manfaat berkurang di kemudian hari.
4.      Terjaganya kelestarian lingkungan hidup
5.      Pemerataan pembangunan dalam wilayah
6.      Penetapan sektor unggulan wilayah
7.      Membuat keterkaitan antarsektor yang lebih serasi dalam wilayah, sehingga menjadi bersinergi dan berkesinambungan.
8.      Pemenuhan kebutuhan pangan wilayah.

Manfaat Ilmu Ekonomi Regional

Manfaat IER dapat dibagi dua, yaitu : manfaat makro dan manfaat mikro. manfaat makro bertalian dengan bagaimana pemerintah pusat dapat menggunakannya unntuk mempercepat laju pertumbuhan keseluruhan wilayah. manfaat mikro, yaitu bagaimana IER dapat membantu perencanaan wilayah menghemat waktu dan biaya dalam proses menentukan lokasi suatu kegiatan atau proyek.

GLOBAL VS REGIONAL?
          Dari keterangan diatas jelas terangkum bahwa cakupan lingkungan ekonomi keduanya berbeda. Tetapi bila dicermati dengan seksama maka akan terlihat keduanya saling berkaitan satu sama lain. Bila Ekonomi Global mencakup ekonomi seluruh Negara yang ada di dunia ini, maka Ekonomi Regional hanya mencakup bagian wilayah dari Negara itu sendiri.

            Ekonomi Regional dalam suatu Negara diperlukan dalam membangun perekonomian suatu Negara agar dapat mengembangkan potensi dan mencapai tujuannya. Tetapi, krisis Ekonomi Global dapat memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap ekonomi Regional. Hal ini dikarenakan Ekonomi Dunia berpengaruh besar dalam perekonomian diseluruh Negara manapun. Perekonomian Global merupakan tolak ukur bagi suatu Negara dalam mengolah perekonomian Regional mereka. Namun, perekonomian Global sering di ukur secara moneter terhadap beberapa jenis barang dan jasa yang terkadang beberapa hal tidak memiliki pasar efisien dalam perhitungannya.

            Perlunya perhatian khusus dalam penanganan krisis Ekonomi Global memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia. Kenaikan harga, inlasi pada suatu Negara sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian Global. Tolak ukur kemajuan ekonomi suatu Negara diukur dari tingkat perekonomian Regionalnya. Bagaimana suatu Negara dapat menangani perekonomian Regionalnya disaat Dunia dilanda krisis Ekonomi Global merupakan suatu keunggulan Negara tersebut dalam menangani masalah eksternal (krisis Ekonomi Global) tanpa mengganggu perekonomian internal (Ekonomi Regional) Negara tersebut.



Sofie Nurhidayani
26211845
4EB09


Tidak ada komentar:

Posting Komentar