Senin, 23 April 2012

Tugas 6


Pengertian investasi :
“Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.”

5 faktor yang mempengaruhi investasi dalam perekonomian suatu negara : 

1.      Faktor kestabilan perekonomian negara, yang dirasa penting bagi investor dalam menjamin kepastian mereka berinvestasi.
Mengenai masalah kestabilan perekonomian, merupakan suatu pertimbangan yang penting dalam melakukan investasi. Kabar baiknya adalah bahwa Indonesia, menurut Kepala Ekonom DBS Bank David Carbon, saat ini menjadi salah satu negara sasaran investasi yang ideal karena memiliki struktur perekonomian yang cenderung stabil.

2.      Faktor perubahan dan perkembangan teknologi
Sedangkan faktor kemajuan teknologi juga penting dalam akan meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.

3.      Faktor tingkat suku bunga
Faktor ketiga adalah mengenai tingkat suku bunga. Faktor ini juga tidak kalah pentingnya dalam menentukan tingkat investasi yang terjadi dalam suatu negara. Apabila di suatu negara tingkat suku bunganya rendah, maka tingkat investasi yang terjadi akan tinggi karena kredit dari bank masih menguntungkan untuk mengadakan investasi. Sebaliknya apabila tingkat bunga tingginya, maka investasi dari kredit bank pun akan tidak menguntungkan.

4.      Faktor prospek ekonomi di masa datang.
prospek ekonomi di masa datanglah yang merupakan faktor yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara. Tidak dapat dipungkiri, harapan untuk adanya suatu peningkatan aktivitas perekonomian di masa datang merupakan salah satu faktor penentu untuk para investor dalam melakukan atau tidaknya suatu investasi. Jika diperkirakan akan terjadi peningkatan aktivitas perekonomian di masa yang akan datang, maka investor kemungkinan besar tidak akan menyia-nyiakan peluang yang memungkinkan untuk meraih keuntungan lebih besar di masa yang datang.

5.      Pengaruh Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.

Faktor-faktor penentu pertumbuhan perubahan dan struktur ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut.

a.Barang Modal
Agar ekonomi mengalami pertumbuhan, stok barang modal harus ditambah melalui investasi. Pertumbuhan ekonomi baru dimungkinkan jika investasi neto lebih besar dari nol. Sebab jika sama dengan nol, perekonomian hanya dapat berproduksi pada tingkat sebelumnya.
b. Tanaga kerja
Sampai sartini, khususnya di negara sedang berkembang, tenaga kerja masih merupakan faktor produksi yang sangat dominan. Penambahan tenaga kerja umumnya sangat berpengaruh terhadap peningkatan output. Namun, jumlah kerja kerja yang dapat dilibatkan dalam proses produksi akan semakin sedikit jika teknologi yang digunakan semakin tinggi.
c. Teknologi
 Penggunaan teknologi yang semakin tinggi sangat memacu pertumbuhan ekonomi, jika hanya dlihat dari peningkatan output. Melalui penggunaan teknologi yang tepat guna, manusia dapat memanfaatkan secara optimal potensi yang ada dalam diri dan lingkungannya.

d.Uang
Dalam perekonomian modern. uang memegang peranan dan fungsi sentral. Uang bagi perekonomian ibarat darah dalam tubuh manusia Makin banyak uang yang digunakan dalam proses produksi, makin besar output yang lebih besar jika penggunaannya efisien.

e.Manajemen
Manajemen adalah peralatan yang sangat dibutuhkan untuk mengelola perekonomian modern, terutama bagi perekonomian yang sangat mengandalkan mekanisme pasar. Sistem manajemen yang baik terkadang jauh lebih berguna dibanding barang modal yang banyak, uang yang berlimpah, dan teknolohi tinggi. Suatu perekonomian yang tidak terlalu mengandalkan teknologi tinggi, namun dengan manajemen yang baik, mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi Yang tinggi.

f.Kewirausahaan(Entrepreneurship)
Para pengusaha memiliki perkiraan yang matang bahwa input yang dikombinasikannya akan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat atau menjadi barang dan jasa yang akan dibutuhkan masyarakat. Kemampuan mengombinasikan input dapat disebut sebagai k.emampuan inovasi. Sejarah mencatat bahwa kemampuan inovasi tidak selalu dikaitkan dengan teknologi tinggi. Contohnya, produk Coca Cola, salah satu minuman ringan terlaris di dunia, dihasilkan oleh wirausaha Amerika Serikat.


g.informasi
Syarat agar pasar be adalah ado, Infomasi yang sempurna dan seimbang arus informasi, para pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan lebih baik.

Sumber : 

Tugas 5


Apakah Kemiskinan itu?

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif. Sementara yang lainnya melihat dari segi moral dan evaluatif, serta yang lainnya lagi memahami dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

·         Gambaran kekurangan materi yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalan arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan social termasuk keterkucilan social, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpatisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan social biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna “memadai” disini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi diseluruh dunia.

Fakta Kemiskinan

Persoalan kemiskinan yang terus membelit sebanyak 31.2 juta jiwa tercatat sebagai warga miskin setara dengan 13,33% dari total penduduk Indonesia.

“Data Bank Dunia (World Bank) menyebutkan jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 100 juta jiwa, sementara 40 individu terkaya di negeri ini menguasai lebih dari Rp 700 triliun harta” ujar Ahmad Juwaini Direktur Dompet Dhuafa di Auditorium Perpustakaan Nasional, Salemba, Selasa (27/12/2011).



Program Penanggulangan Kemiskinan

Beberapa langkah teknis yang digalakan pemerintah meliputi 5 program, antara lain:
a)      Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Focus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/ keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras.
Program yang berkaitan dengan focus ini seperti:
·         Penyedia cadangan beras pemerintah 1 juta ton
·         Stabilitas/ kepastian harga komoditas primer
b)      Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/ keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan focus ini antara lain:
·         Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/ syariah dan konvensional.
·         Bimbingan teknis/ pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/ koperasi simpan pinjam (KSP).
·         Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajemen usaha mikro.
·         Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal.
·         Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro.
·         Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
·         Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil.
·         Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahan keluarga.
·         Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah.
·         Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
c)      Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan pedesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan focus ketiga ini antara lain:
·         Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah pedesaan dan perkotaan.
·         Program pengembangan Infrastuktur Sosial Ekonomi Wilayah.
·         Program pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus.
·         Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.
d)     Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Focus program ini bertujuab untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program uang berkaitan dengan focus ini antara lain:
·         Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs).
·         Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/ Sekolah Menengah Kejuruan/ Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA).
·         Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi.
·         Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit.
e)      Membangun dan menyempurnakan system perlindungan social bagi masyarakat miskin. Focus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan social dan ekonomi. Program teknis yang di buat olej pemerintah seperti:
·         Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan Anak PUA)
·    Pemberdayaan social keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan peyandang   masalah kesejahteraan social lainnya.
·         Bantuab social untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana social.
·    Penyediaan bantuan tunai bagi runah tangga miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan social kepada keluarga miskin/ RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan PKH)
·         Pendapatan pelaksaan OKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi peryaratan).



Sumber:

Jumat, 13 April 2012

Tugas 4

1. PEMBIAYAAN SEKTOR MIKRO & PEMBIAYAAN CORPORATE

· Pembiayaan Sektor Mikro

Suatu kegiatan pembiayaan usaha berupa penghimpunan dana yang di pinjamkan bagi usaha mikro (kecil) yang di kelola oleh pengusaha mikro yaitu masyarakat menengah kebawah yang memiliki penghasilan di bawah rata-rata.

Adapun yang dimaksud dengan usaha mikro menurut Keputusan Menteri Keuangan nomor 40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003 adalah:

1. Usaha produktif milik keluarga atau perorangan

2. Penjualan maksimal Rp 100 juta pertahun

3. Kredit yang diajukan masimal Rp 50 juta

Apa saja kelebihan pembiayaan mikro?

Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pelaku usaha mikro. Jika kita dapat meningkatkan performance mereka, secara tidak langsung saat mereka mendapatkan keuntungan kita pun ikut meningkatkan perekonomian bangsa Indonesia. Memberikan pembiayaan mikro memiliki efek multiplayer yang lebih cepat dibandingkan dengan memberikan pembiayaan kepada sektor besar. Misalnya kita mempunyai dana Rp 1 Milyar lalu kita melakukan pembiayaan sebesar satu juta perorang, artinya ada seribu orang yang bisa kita bantu, tetapi jika kita melakukan pembiayaan kepada sektor besar maka lebih sedikit orang yang kita bantu karna untuk pembiayaan sektor besar membutuhkan dana yang lebih besar. Pengalaman dari krisis bangsa Indonesia yang berhasil bertahan bahkan mampu tumbuh dengan baik adalah sector mikro, mereka mempunyai daya tahan yang lebih baik dari segi mental maupun fisik dan mempunyai daya beradaptasi yang lebih cepat dengan lingkungannya.

· Pembiayaan Corporate

Pembiayaan yang di lakukan oleh perusahaan. Merupakan kegiatan usaha yang melaksanakan kegiatan usaha dari lembaga pembiayaan. Bertujuan untuk mendapatkan keuntungan (laba) dan memaksimumkan kekayaan pemilik.

Pembiayaan Corporate di Indonesia pada umumnya menggabungkan ketiga bidang usaha yaitu sewa guna usaha, pajak piutang, dan kartu kredit menjadi satu perusahaan.

Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI, 2000) menyatakan bahwa Corporate Governance adalah seperangkat peraturan yang menetapkan hubungan antara pemegang saham, pengurus, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya sehubungan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain system yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan.

2. PEMBIAYAAN SEKTOR MIKRO ATAU PEMBIAYAAN CORPORATE KAH YANG LEBIH MENGUNTUNGKAN?

Menurut saya lebih menguntungan pembiayaan sector mikro, karena pembiayaan sector mikro yang mempunyai kelebihan yang lebih unggul dibandingkan pembiayaan corporate. Sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pelaku usaha mikro, jadi jika kita dapat meningkatkan performance mereka, secara tidak langsung saat mereka mendapatkan keuntungan kita pun ikut meningkatkan perekonomian bangsa Indonesia. Memberikan pembiayaan mikro memiliki efek multiplayer yang lebih cepat dibandingkan dengan memberikan pembiayaan kepada sektor besar. Misalnya kita mempunyai dana Rp 1 Milyar lalu kita melakukan pembiayaan sebesar satu juta perorang, artinya ada seribu orang yang bisa kita bantu, tetapi jika kita melakukan pembiayaan kepada sektor besar maka lebih sedikit orang yang kita bantu karna untuk pembiayaan sektor besar membutuhkan dana yang lebih besar. Pengalaman dari krisis bangsa Indonesia yang berhasil bertahan bahkan mampu tumbuh dengan baik adalah sector mikro, mereka mempunyai daya tahan yang lebih baik dari segi mental maupun fisik dan mempunyai daya beradaptasi yang lebih cepat dengan lingkungannya.

3. TANTANGAN DARI PEMBIAYAAN SEKTOR MIKRO DAN PEMBIAYAAN CORPORATE

Setiap berwirausaha pasti membutuhkan yang namanya modal. Dalam pembiayaan sektor mikro dan pembiayaan corporate ini pun membutuhkan modal dan pasti ada resiko yang harus sudah di fikirkan terlebih dahulu.

Pada dasarnya setiap kegiatan pembiayaan pasti terdapat resiko di dalamnya, namun tinggal bagaimana kita mengatisipasi kendala dan tantangan pembiayaan ini.

Kemungkinan resiko yang sering terjadi pada sistem pembiayaan sektor mikro adalah pelunasan hutang lebih awal atau konsumen gagal bayar. Kedua hal ini menyebabkan arus kas pengembalian pinjaman tidak sesuai dengan jatuh tempo perjanjian yang telah di sepakati sebelumnya.

Sedangkan tentangan untuk pembiayaan corporate adalah memiliki resiko yang cukup besar dibandingkan pembiayaan sector mikro karena dari segi modal pun pembiayaan corporate lebih besar dan lebih beresiko jika mengalami kebangkrutan. Lalu kemampuan emitmen untuk memenuhi kewajiban membayar bunga dan pokok secara tepat waktu dan dalam jumlah yang sesuai pun terkadang sering menjadi kendalanya.

Sumber:

http://www.tamzis.com/index.php?option=com_content&task=view&id=102&Itemid=9

http://adamfirdaus46.wordpress.com/

Minggu, 01 April 2012

Perpajakan Di Indonesia

Di zaman ini banyak masyarakat yang takut membayar pajak sehingga terkesan tidak berperan aktif dalam membayar pajak. Selain itu banyak juga masyarakat yang belum paham dan mengerti bagaimana membayar pajak. Ditambah lagi dengan minimnya sosialisasi dari para aparat pajak khususnya dimana mereka lebih sering memberikan sosialisasi kepada WP tertentu saja (besar & berpotensi) memperparah minimnya pengetahuan masyarakat akan membayar pajak. Tujuan ini adalah memberikan pengetahuan lebih serta memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat dalam hal perpajakan. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang —sehingga dapat dipaksakan— dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Saat ini kantor pajak telah merubah sistem administrasinya menjadi tiga yaitu KPP Besar, KPP Madya, KPP Pratama. Dimana ketiga KPP tersebut telah menerapkan sistem administrasi modern diantaranya ada Account Representative (AR), Kring pajak, dan Help desk. Pada dasarnya, sistem perpajakan di Indonesia sudah mulai lebih mudah dipahami. Dengan adanya fitur-fitur yang memudahkan seperti Kring Pajak, Account Representative, dll.

1EB13

1. Ahmad Alhafiidhu H.(27211758)

2. Ika Fitriza (23211483)

3. M. Hariz Yudha (24211199)

4. Owie K. (25211479)

5. Sofie N. (26211845)